Friday, 18 March 2011

Sebuah Hikmah Hidup


Makam Abdurrahman Wahid diperbaiki setelah ambles. (Foto: okezone)

Ulama: Jasad Setahun Dikubur Utuh, Biasa Terjadi

Nurul Arifin - Okezone
JOMBANG - Peristiwa amblesnya makam Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di kompleks Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, diminta tidak dilebih-lebihkan.

Hal itu disampaikan oleh Zulfikar Asad, Pengasuh Ponpes Darul ‘Ulum, Desa Rejoso, Kecamatan Peterongan, Jombang. Menurut dia, fenomena jasad dan kain kafan yang utuh seperti banyak beredar, sangat mungkin terjadi terhadap jenazah orang-orang soleh.

“Banyak kejadian seseorang yang jasad dan kain kafannya utuh meski dikubur bertahun-tahun. Dan rata-rata mereka adalah orang-orang huffaz (hafal seluruh ayat Alquran),” kata pria yang akrab disapa Gus Ufik ini, Minggu (20/2/2011).

Dia mengkhawatirkan jika fenomena di makam Gus Dur dilebih-lebihkan. Hal itu bisa mengakibatkan syirik. Artinya akan terjadi pengkultusan terhadap manusia. Gus Ufik menjelaskan.

Sementara terhadap amblesnya makam Gus Dur itu, Gus Ufik beranggapan lebih pada faktor alam saja, bukan hal yang lain. Fenomena yang terjadi, itu lebih pada kehendak Allah SWT. “Kalau Allah sudah berkehendak semua yang tidak mungkin menjadi mungkin,” tegasnya.

Gus Ufik menilai Gus Dur adalah tokoh yang bisa masuk ke semua kalangan. Presiden ke-4 RI ini adalah tokoh yang kontroversial. Hal itu dapat disimak dari pernyataan-pernyataan Gus Dur yang membingungkan semua orang. Sosok Gus Dur bukan asing lagi bagi Gus Ufik.

“Gus Dur itu teman dekat ayah saya (Alamarhum Asad Umar) dan beliau adalah tokoh yang kontroversial,” ujarnya. (ton)

Sumber :http://news.okezone.com

No comments:

Post a Comment